“Menurut Direktur Utama BPI Danantara, integrasi seluruh rantai nilai perumahan akan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang terjangkau,” ujar dia dalam konferensi pers terbaru. BPI Danantara kini menggabungkan sektor bahan bangunan, pengembang, hingga layanan keuangan dalam satu ekosistem terkoordinasi, sehingga proses pembangunan menjadi lebih efisien dan biaya dapat ditekan.
Dengan model terintegrasi ini, perusahaan menyiapkan pabrik bahan bangunan bersertifikasi, menyediakan platform digital bagi pengembang untuk mengelola proyek, serta meluncurkan skema pembiayaan mikro bagi pembeli rumah pertama. Pendekatan holistik tersebut memungkinkan penurunan waktu konstruksi hingga 30 persen dan mengurangi margin harga jual rumah secara signifikan.
Hasilnya, proyek perumahan yang dikelola BPI Danantara kini tersebar di lebih dari 15 kota, menargetkan penambahan 25.000 unit hunian dalam dua tahun ke depan. Pemerintah daerah dan lembaga keuangan menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi kekurangan rumah layak huni dan mempercepat inklusi perumahan di Indonesia.
Leave a Reply