Rupiah menguat pada sesi pembukaan perdagangan Rabu, mencatat nilai Rp17.695 per dolar AS, naik 28 poin atau 0,16 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi pemerintah serta sentimen positif terhadap kebijakan moneter domestik.
Kenaikan nilai tukar tersebut didorong oleh data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan serta pernyataan Bank Indonesia yang menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga. Sementara itu, indeks dolar AS melemah setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat, menambah tekanan pada mata uang utama dunia.
Pasar valuta asing tetap memantau perkembangan kebijakan suku bunga Federal Reserve dan dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi aliran modal. Analis memperkirakan bahwa jika tekanan inflasi terus mereda, rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan dalam beberapa sesi ke depan.
Leave a Reply