AMGPM kampanye pelestarian Hutan Soya lewat Adventure Race Amboina 

“Kita harus melestarikan Hutan Soya demi masa depan anak‑anak kita,” ujar Ketua Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Pulau Ambon, saat memimpin peluncuran kampanye pelestarian hutan melalui Adventure Race Amboina. Acara yang digelar pada akhir pekan lalu ini menggabungkan semangat kompetisi olahraga dengan edukasi lingkungan, menargetkan warga muda Ambon untuk lebih peduli pada ekosistem hutan setempat.

Adventure Race Amboina menempuh rute yang melintasi zona hutan Soya, area yang selama ini terancam oleh penebangan liar dan konversi lahan. Peserta, yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, dan anggota komunitas lokal, ditantang menyelesaikan serangkaian tugas—mulai dari navigasi, penanggulangan rintangan alam, hingga penanaman bibit pohon Soya di titik-titik strategis. Setiap langkah dirancang agar peserta merasakan langsung nilai penting hutan sebagai penyangga air, habitat satwa, dan sumber mata pencaharian.

Selama perlombaan, tim‑tim juga diberikan modul singkat tentang keanekaragaman hayati hutan Soya serta dampak negatif deforestasi. “Kami tidak hanya ingin mereka berlari, tapi juga menginternalisasi pesan bahwa setiap pohon yang mereka tanam adalah investasi untuk ketahanan pangan dan iklim,” jelas Koordinator Program Lingkungan AMGPM. Hasilnya, lebih dari 200 bibit Soya berhasil ditanam, dan peserta melaporkan peningkatan kesadaran akan pentingnya konservasi.

Kampanye ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, LSM lingkungan, serta sponsor korporasi yang menyediakan perlengkapan dan logistik. “Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa pelestarian hutan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan gerakan bersama,” kata Sekretaris Daerah Lingkungan Hidup Ambon. Pendekatan yang menggabungkan olahraga, edukasi, dan aksi nyata di lapangan diharapkan menjadi model bagi program serupa di wilayah lain.

Dengan antusiasme tinggi dan partisipasi luas, AMGPM menargetkan agar Adventure Race Amboina menjadi agenda tahunan. “Jika kita terus melibatkan generasi muda dalam kegiatan yang menyenangkan sekaligus edukatif, harapannya hutan Soya akan tetap hijau dan produktif,” tutup Ketua AMGPM. Upaya ini menegaskan komitmen komunitas lokal dalam menjaga warisan alam sekaligus menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan bagi Pulau Ambon.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*