BI: Sinergi lintas negara kunci jaga stabilitas di tengah disrupsi

**Latar belakang** – Ketidakpastian ekonomi global meningkat seiring percepatan disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan gejolak geopolitik. Kondisi ini menuntut kebijakan moneter yang tidak hanya terkoordinasi secara domestik, melainkan juga lintas negara untuk menjaga stabilitas keuangan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas Djiwandono, menekankan bahwa sinergi kebijakan antara otoritas moneter, fiskal, serta regulator di berbagai negara menjadi kunci utama. Ia menyoroti pentingnya pertukaran data real‑time, standar pengawasan bersama, dan respons cepat terhadap guncangan pasar yang melintasi batas wilayah.

Dalam pertemuan internasional baru-baru ini, BI mengusulkan kerangka kerja kolaboratif yang mencakup koordinasi suku bunga, likuiditas, serta kebijakan makroprudensial. Djiwandono menambahkan bahwa pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko spillover, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor terhadap sistem keuangan regional.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan sinergi lintas negara bergantung pada komitmen bersama untuk transparansi dan adaptasi kebijakan yang fleksibel. Bagi Indonesia, langkah ini diharapkan memperkokoh posisi sebagai pusat keuangan yang tahan guncangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*