“Pemprov Sumatera Utara siap menahan lonjakan harga daging ayam ras hingga Rp50.000 per kilogram,” kata Gubernur Edy Rahmayadi dalam rapat koordinasi pada Senin (28/8). Pemerintah provinsi menyiapkan langkah-langkah penanggulangan, termasuk penambahan pasokan dari peternak lokal, pengawasan ketat pada distribusi, serta penetapan batas harga sementara di pasar tradisional dan modern. Upaya ini diharapkan dapat menstabilkan pasar sebelum musim panen beras tiba, yang biasanya memicu peningkatan permintaan protein hewani.
Sebagai bagian dari strategi, Dinas Pertanian dan Perikanan Sumut mengaktifkan jaringan peternak ayam ras di seluruh kabupaten, memberikan insentif subsidi pakan dan vaksinasi untuk meningkatkan produksi. Selain itu, dinas terkait bekerja sama dengan dinas Perdagangan untuk mengawasi harga grosir di pasar-pasar utama, serta menyiapkan mekanisme pemantauan real‑time melalui aplikasi daring yang dapat diakses pedagang dan konsumen. Langkah-langkah tersebut diharapkan menurunkan tekanan pada rantai pasok dan mencegah spekulasi harga.
Jika harga tetap mengancam melewati batas yang ditetapkan, Pemprov siap mengimplementasikan kebijakan darurat, termasuk penetapan harga maksimum dan penyaluran daging ayam melalui program bantuan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Gubernur menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjaga kestabilan pangan, mengingat peran penting daging ayam dalam pola makan masyarakat Sumatera Utara.
Leave a Reply