“Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa penambahan dokter spesialis menjadi prioritas pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan,” ujar Dudung dalam pertemuan bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Kedua pejabat tersebut mengumumkan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara (KSP) akan menambah 25 program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, mencakup bidang kedokteran anak, penyakit dalam, bedah, dan kebidanan.
Penambahan PPDS ini melibatkan 12 rumah sakit pendidikan di seluruh Indonesia, dengan alokasi kuota masing‑masing antara 2 hingga 5 orang mahasiswa spesialis per tahun. Program baru ini direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran 2027, setelah proses seleksi nasional yang akan dilaksanakan akhir 2026. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah dokter spesialis sebesar 15 % dalam lima tahun ke depan, guna menutup kesenjangan layanan di wilayah terpencil.
Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, peningkatan tenaga medis spesialis diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat penyakit yang dapat diobati serta mempercepat penanganan kasus kritis. Ia menambahkan bahwa dukungan KSP dalam penyediaan fasilitas dan regulasi akan memastikan kelancaran pelaksanaan PPDS, sekaligus memperkuat jaringan rujukan antar rumah sakit di seluruh negeri.
Leave a Reply